Dalam jaman modern seperti sekarang,
kebanyakan orang muslim banyak yang mulai meninggalkan adat berkapaian secara
islam karena besarnya pengaruh budaya barat yang masuk dan mulai menggeser
budaya islam. Orang-orang zaman sekarang yang masih tetap mempertahankan busana
islam sering dianggap orang yang ketinggalan jaman atau orang yang tidak gaul.
Pakaian zaman sekarang yang banyak digunakan adalah pakaian yang mengacu pada
peradaban barat yang notabene mengumbar aurat. Dalam islam sudah diatur
sedemikian rupa tentang cara berpakaian wanita ataupun pria. Aturan aturan
tersebut sebenarnya dibuat Allah SWT untuk menghindarkan manusia dari segala
macam bahaya yang ada, namun terkadang di salah artikan oleh manusia.
Aturan berpakaian seorang musliman yang
baik adalah :
1. Pakaian harus menutup aurat.
Aurat seorang wanita adalah seluruh
tubuh mereka kecuali telapak tangan dan wajah. Dan kewajiban dari seorang
muslimah adalah menutup semua aurat mereka.
Allah Ta’ala berfirman,
“Hai
Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan
isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mendekatkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk
dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab [33] : 59).
Jilbab bukanlah penutup
wajah, namun jilbab adalah kain yang dipakai oleh wanita setelah memakai
khimar. Sedangkan khimar adalah penutup kepala.
Khimar atau penutup kepala yang
dianjurkan dalam islam adalah :
* khimar harus menutupi aurat
* khimar harus lebar dan panjang
sehingga menutupi leher dan dada
* khimar tidak transparan
Dengan menggunakan pakaian yang sesuai
dengan hukum islam yang ada , niscaya pasti akan dihindarkan dari bahaya
seperti pandangan para lelaki ataupun kejahatan lainya. Kita sebagai wanita
adalah makluk yang harus senantiasa menjaga dan melindungi tubuh kita. Karena
mencegah memang lebih baik dari pada mengobati.
2. Tidak boleh menggunakan pakaian yang
tipis
Seorang muslim memang tidak dianjurkan
memakai pakaian yang tipis, malah cenderung dilarang menggunakan pakaian yang
tipis karena pakaian yang tipis dapat menunjukan bagian tubuh dan lekuk tubuh
pada wanita. Dengan menggunakan pakaian yang tipis, maka tubuh seorang muslimah
pasti dapat dengan mudah dinikmati / dipandang oleh orang lain khususnya kaum
pria yang dikawatirkan akan timbul hal hal yang buruk. Menggunakan pakaian yang
tipis bagi seorang wanita itu sebenarnya adalah sebuah kerugian tersendiri
karena membiarkan banyak orang khususnya lelaki menikmati tubuh kita dengan
leluasa melalui pandanganya.
Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu
Abdil Barr, “Bahan yang tipis dapat menggambarkan bentuk tubuh dan tidak
dapat menyembunyikannya.” Syaikh Al Bani juga menegaskan, “Yang tipis
(transparan) itu lebih parah dari yang menggambarkan lekuk tubuh (tapi tebal).”
Bahkan kita ketahui, bahan yang tipis terkadang lebih mudah dalam mengikuti
lekuk tubuh sehingga sekalipun tidak transparan, bentuk tubuh seorang wanita
menjadi mudah terlihat. (http://aslibumiayu.wordpress.com)
Dalam sebuah riwayat dari Abdullah bin
Abi Salamah bahawa Umar Bin Khattab .a menghadiahkan kepada seseorang dengan
pakaian nipis buatan Mesir Lama, kemidian berkata , “Jangan dipakaikan kepada
isteri-isteri kamu!” Lalu seseorang berkata “ Ya Amirul Mukminin aku telah
memakainya untuk isteriku, kemudian memutarkan badannya tetapi tidak kelihatan
auratnya .” selanjutnya Umar berkata, “Memanglah auratnya tidak nampak, tetapi
bentuk tubuhnya nampak”
(http://blogtainment-remaja.blogspot.com)
(http://blogtainment-remaja.blogspot.com)
3. Pakaian wanita tidak boleh terlalu
ketat / sempit
Pakaian seorang muslimah tidak boleh
ketat karena pakaian yang ketat / melekat erat pada kulit tanpa kelonggaran
sedikitpun dapat membentuk tubuh wanita dari luar. Jadi walaupun dia menggnakan
baju, karena lekuk tubunya terlihat maka seolah olah terlihat tidak menggunakan
baju. Bagian bagian tubuh yang seharusnya disembunyikan puntidak dapat
tertutupi. Dan sudah jelas pasti hal ini dapat menimbulkan sebuah kemaksiatan.
Mungkin juga hal ini dapat mencelakakan wanita itu dalam bahaya. oleh karena
itu, islam mengatur sedemikian rupa agar para wanita tidak dilecehkan dan tetap
memiliki harga diri yang tinggi.
4. Wanita tidak boleh menggunakan
pakaian yang mencolok baik warna ataupun gambar-gambarnya
Wanita muslimah tidak diperkenankan
menggunakan baju dengan warna yang mencolok karena baju dengan warna yang
mencolok dapat menarik perhatian lelaki dan dikhawatirkan dapat memacu hawa
nafsu laki-laki tersebut. Wanita muslimah juga tidak boleh menggunakan baju
dengan gambar-gambar / motif-motif dengan warna beragam dan gambar-gambar
simbol tertentu. Maksudnya simbol adalah contohnya partai politik. Karena
pakaian bersimbol dalam menimbulakan perpecahan misalnya ( partai politik
)diantara umat muslim karena perbedaan presepsi dan pandangan.
5. Pakaian wanita tidak boleh
menyerupai pakaian pria.
Jaman sekarang ini, hampir seluruh
pakaian pria dikenakan oleh wanita. Hal ini sungguh tidak disarankan oleh islam,
karena dengan begitu susah untuk membedakan mana yang pria dan mana yang
wanita. Hendaknya seorang wanita menggunakan pakaian khas wanita yang sopan dan
menutup aurat, agar dimengerti bahwa kodratnya adalah seorang wanita muslimah.
“Rasulullah
melaknat kaum pria yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai
kaum pria.” (HR. Bukhari no. 6834)
(http://remajaislam.com)
6. Tidak boleh menyerupai pakaian non
muslim
”Barangsiapa yang menyerupai suatu
kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu
Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)
(http://remajaislam.com)
Sungguh di sayangkan pada zaman
sekarang banyak kaum muslim yang berbondong bondong mengikuti gaya hidup barat,
contohnya dalam hal berbusana. Kebanyakan remaja zaman sekarang menganggap
pakaian bangsa barat lebih gaul dan fashionable untuk dijadikan kiblat fashion
mereka. Kebanyakan mereka menelan mentah mentah budaya barat. Apalagi jika
seorang remaja mengidolakan salah satu artis barat, tidak sedikit mereka juga
meniru gaya berpakaian mereka. Kaum muslim mengikutinya dari berbagai media
seperti media cetak, televisi ataupun internet. Padahal pakaian orang non
muslim cenderung menggumbar aurat, pakaian yang terbuka dan tidak sopan. Sesuai
dengan hadist diatas jika kaum muslim ada yang mengikuti kaum kafir maka
ikutlah mereka ke golongan kaum kafir tersebut. Maka sebagai umat muslim kita
harus tetap mempertahankan jadi diri sebagai seorang muslim yang taat dalam
beragama dan syariatNya.
7. Tidak boleh memakai wangi-wangian
Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia
berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
“Perempuan
mana saja yang memakai wewangian, lalu melewati kaum pria agar mereka
mendapatkan baunya, maka ia adalah wanita pezina.” (HR. An Nasa’i, Abu
Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323
mengatakan bahwa hadits ini shohih
(http://remajaislam.com)
8. Tidak boleh memakai pakain untuk
mencari popularitas
Dari Abdullah bin ‘Umar, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallambersabda,
“Barangsiapa
mengenakan pakaian syuhroh di dunia, niscaya Allah akan mengenakan pakaian
kehinaan padanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka.” (HR.
Abu Daud dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)
9. Bukan pakaian yang dikanakan untuk
bermegah-megahan
Seperti yang telah kita ketahui bahwa
Allah SWT tidak menyukai segala sesuatu yang berlebihan. Jadi jika mengenakan
pakaian hanya untuk kesombongan/bermegah megahnan itu sangat tidak dianjurkan
dalam islam. Sebaiknya kita menggunakan pakaian yang sederhana namun sudah
memenuhi syariat-syariat islam.
Semogaa bermanfaatt.. :) :) :D